Posts

Showing posts with the label Ideas

Jangan-jangan Kita Belum Siap Bersosial Media?

Image
Ketika seseorang disodori media, ternyata efeknya banyak. Ada yang memakainya untuk cari hiburan. Ada yang memakainya untuk cari duit. Bahkan banyak juga yang memakainya untuk mencari perhatian publik (memangnya situ siapa? Artis?! :P) Mau tidak mau, ledekan Tukul Arwana beberapa tahun silam kepada orang yang senang bila disorot kamera, terasa masih relevan. "Masuk TV.. Masuk TV.." Ledek Tukul, yang dilanjutkan dengan.. "Ndesoooo..." Secara serampangan, TV itu sama juga dengan Facebook atau Twitter , sama-sama media. Dan efek yang diberikan juga mirip-mirip: Perasaan bahagia ketika mendapat  exposure . Sama juga bahagianya akan seorang  kompasianers  yang diberi jatah HL oleh admin yang bertugas. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi yang kadang tidak disadari adalah, betapa cepat dan kencangnya isu yang bergulir di Sosial Media. Ia seperti sekumpulan lompatan-lompatan pemikiran dan ide yang terjadi tiap menit. Sanggupkah otak kita memamah info sec...

Membeli Buku dan Tidak Membacanya

Image
Tiap kali ngantor, kala makan siang, saya selalu mampir ke toko buku. Kutu buku? Snob? Otaku ? Tidak juga. Kebetulan saja kantor saya terletak dalam gedung yang sama dengan beberapa toko buku besar. Untuk pergi ke kantin, saya harus melewati toko buku tersebut. Sekilas melihat buku-buku yang terpampang di etalase, saya mendapati nama-nama pengarang atau judul-judul bukunya nan terasa familiar. Familiar sebab sering diperbincangkan, baik dari mulut ke mulut maupun lewat media-media seperti majalah, koran, ataupun social media seperti blog, facebook atau twitter. Diterjang dengan terpaan semacam itu, sering saya tidak berdaya, lalu memutuskan untuk membeli buku yang terpampang di etalase. Suka membaca? Tidak juga. Suka membeli, lebih tepatnya. Suka mengoleksi, lebih tepatnya lagi. Ada semacam perasaan senang ketika membeli buku, sekalipun perasaan itu berangsur hilang ketika sudah sampai rumah. Saya percaya, membeli buku dan tidak membacanya adalah tindakan yang wajar. Hasr...

Menyiasati Telepon Umum yang Tak Berguna

Image
Di beberapa ruas jalan di Jakarta, kadang-kadang saya masih menemukan telepon umum. Sering juga saya melihat ada saja orang yang masih menggunakannya. Berapa biayanya sekarang, masihkah seratus rupiah, atau limaratus rupiah? Berapa lama durasinya, lima menit, tiga menit?

Media Hipster dan Biro Jodoh

Image
Anda kenal Felix Miller? Anda kenal Richard Jones? Jika belum kenal, maka, perkenalkan, beliau-beliau ini adalah salah dua dari pencipta situs web paling keren sepanjang sejarah: Last.fm. Last.fm, situs web pertemanan seperti facebook atau twitter, dengan konsep utamanya adalah: ajang berbagi playlist musik. Felix Miller berhak untuk tidak setuju dengan terminologi asal-asalan yang saya bikin itu. Tapi kenyataannya, saya memakainya untuk itu, untuk berbagi playlist musik. Kegiatan berbagi playlist ini akan berujung pada penemuan artis-artis baru yang tidak terkenal tapi lagunya bagus. Terdengar seperti kegiatan seorang hipster? Memang. Last.fm adalah salah satu alat termudah untuk menjadi hipster. Sering terjadi, ketika saya menyetel lagu-lagu dari perangkat komputer, teman-teman saya bertanya: "Lagu-lagu lo aneh-aneh.... tapi enak-enak sih" Hipster sekali, bukan? Teman-teman saya tidak tahu kalau saya punya akun last.fm Last.fm adalah situs web yang m...

Antara Penembakan Massal dan Bola Gelinding

Image
“Harga sebutir peluru seharusnya $5000! Sehingga seorang penodong akan bilang begini: aku akan menembak kepalamu, jika aku mampu beli peluru!” -  Chris Rock, dalam salah satu aksi stand-up commedy. Berita ramai menyiarkan ihwal pemutaran perdana film Batman The Dark Knight Rises di Denver, Colorado, Amerika Serikat, yang diwarnai aksi penembakan massal oleh James Holmes. 14 orang tewas, 38 lainnya luka-luka karena serangan tersebut. Amerika Serikat mempunyai sejarah kelam soal ini. Tercatat ada beberapa kejadian tragis serupa. Dan yang lebih menyedihkan lagi, beberapa kejadian tragis itu terjadi di sekolahan! Banyak yang berpendapat bahwa kejadian-kejadian ini erat kaitannya dengan hukum kepemilikan senjata api. Pendapat-pendapat itu terus berkembang hingga menyentuh ke ranah kultur semisal tentang pengaruh buruk kekerasan dalam videogames, juga tentang konten kekerasan dalam film-film yang beredar. Ngomong-ngomong, film Batman The Dark Knight Rises sendiri merupakan f...

Percayalah, Bahasa Alay Akan Musnah

Image
Tadinya saya kira soal bahasa alay merupakan persoalan kecil saja, buat lucu-lucuan belaka. Tapi lama-lama makin banyak teman-teman yang nyinyir, bahkan sampai sok gawat dengan berpura-pura khawatir akan kelanggengan bahasa Indonesia apabila bahasa alay tetap lestari. Bahasa alay yang saya maksud, adalah bahasa yang (masih saja) marak, terutama dalam wujud teks, misalnya menulis alay menjadi 4l4y, atau menulis "semangat" menjadi "cemunguudh". Biasanya peletakan huruf kapital dalam penulisan alay itu juga sembarangan. Alay dari masa ke masa Sebenarnya saya tidak terlalu suka Raditya Dika, tapi dalam satu aksi stand up comedy-nya, ia pernah mengucap begini: "Alay merupakan fase yang wajar, proses menuju kedewasaan. semua orang akan mengalaminya. Kita lahir, jadi remaja, jadi alay, lalu dewasa" Saya sepakat. Tiap jaman memiliki 'cacatnya' masing-masing. Wajar bila apa yang kita kira keren sekarang, beberapa tahun kemudian akan ter...

Pahlawan Absurd

Image
Sisifus merupakan salah satu sosok paling sedih yang pernah diciptakan oleh mitologi. Dikisahkan bahwa Sisifus di Tartaross (semacam neraka dalam Mitologi Yunani), dia dihukum oleh para dewa untuk mengangkat batu besar ke atas bukit. Setelah sampai di atas, batu tersebut akan menggelinding kembali ke bawah dan Sisifus harus mengangkatnya lagi ke atas bukit dan batu tersebut menggelinding lagi, diangkat lagi, demikian seterusnya. Pendek kata, Sisifus dikutuk untuk melakukan hal yang sia-sia sampai selama-lamanya. Sial betul. Kisah Sisifus ini hanyalah mitos belaka, tetapi sebuah kisah biasanya tidak lahir begitu saja. Biasanya, ada desakan sosial dan politis yang menyebabkan sebuah kisah lahir di dunia. Bila dikait-kaitkan dengan sembarangan, kisah Sisifus ini bisa ditemui dimana saja, pada diri siapapun. Ambil saja sebuah contoh, seorang karyawan sebuah perusahaan. Sebagai karyawan, dia dituntut untuk bekerja lima hari seminggu, demi gaji yang akan ia peroleh setiap akhir bulan...

Ngelindur

Dulu, Kakek saya sering ngelindur. Seru! Ngelindurnya pakai bahasa Belanda, atau bahasa Jepang. Dia suka nyerocos, suaranya mirip orang kumur-kumur, berat dan dalam. Sayangnya anak-anak dan cucu-cucunya tidak ada yang tahu Kakek sebenarnya mimpi apa sampai ngelindur begitu. Anak-anak dan Cucu-cucu Kakek tidak ada yang bisa berbahasa Belanda.

Meminjam Pistol Anton Chekhov

Image
"If in the first act you have hung a pistol on the wall, then in the following one it should be fired. Otherwise don't put it there." (Anton Chekhov) Ada beberapa alat yang bisa dipakai untuk membuat sebuah kisah fiksi menjadi menarik. Salah satu alat tersebut bisa kita pinjam dari Anton Chekhov, sastrawan besar Rusia itu. Chekhov dengan senang hati akan meminjamkan pistolnya kepada para penulis fiksi. Chekhov akan meminjamkannya, sambil mengancam, "Jangan kau taruh hal-hal tak penting di dalam cerita yang akan kau tulis!" Sedemikian kerasnya Chekhov memperingatkan kita, hingga ia menekankan ujung pistolnya pada pelipis kita. Lalu kita dengan sangat hati-hati, menerima pemberian Chekhov itu, kita genggam erat-erat senjata itu. Sambil menimang-nimang senjata itu, kita bertanya-tanya, apa gerangan kesaktian senjata Chekhov ini sebenarnya? Dalam bahasa inggris, senjata milik Chekhov itu disebut sebagai Chekhov's Gun. Bila diterjemahkan secara bebas, C...

Adaptasi Cerpen ke Bentuk Lain

Apakah anda gemar membuat, atau membaca cerpen? Jika iya, pernahkah terlintas untuk mengadaptasi cerpen yang anda sukai ke bentuk-bentuk lain, misalnya film pendek. Ada satu cerpen yang sangat saya sukai, judulnya ‘On seeing the 100% perfect girl one beautiful April morning’. Cerpen itu ditulis oleh Haruki Murakami, pengarang Jepang yang sangat populer, dan sampai sekarang masih produktif dengan karya-karya fiksinya yang asyik nan seru. ‘On seeing the 100% perfect girl one beautiful April morning’ ini mengisahkan sebuah kejadian yang sangat biasa, sangat sehari-hari, yang memang menjadi ciri khas tulisan-tulisan Murakami. Kisahnya, ada seorang lelaki yang berpapasan dengan seorang wanita di sebuah jalan di kawasan Harajuku, Tokyo. Nah, si lelaki ini tiba-tiba merasa, jangan-jangan wanita yang oleh Murakami digambarkan sebagai wanita yang tidak terlalu cantik itu, merupakan gadis yang 100% sempurna, dan laki-laki itu 100% sempurna bagi si gadis. Jika mereka menjadi sepasang keka...

Belajar Menulis Fiksi Dengan Bantuan MacGuffin

Saya menemui sejumlah kendala ketika belajar menulis fiksi. Kendala yang terbesar adalah, tulisan yang terlalu pendek. Baru menulis sekitar 500 kata saja, saya sudah ngos-ngosan, mentok dan bingung mau menulis apa lagi. Semua ide penting rasanya telah habis tertuang. Biasanya untuk mengakali tulisan yang terlalu pendek itu, saya akan menyisipkan dialog. Upaya tersebut berhasil, tulisan fiksi saya jadi lebih panjang. Kalau masih kurang panjang, saya mulai bermain deskripsi. Saya menjelaskan latar belakang tempat dengan sedetil-detilnya. Berhasil lagi. Tulisan fiksi saya yang awalnya cuma 500 kata, kini sudah mencapai 1500 kata. Ketika saya baca ulang karangan itu, saya jadi malu sendiri. Tulisan tersebut jelek sekali. Karangan itu terlalu cair karena banyak dialog tak penting. Plotnya tersendat-sendat karena terganggu oleh banyak narasi deskriptif yang detil di beberapa bagian. Karangan fiksi saya itu terkesan mandeg plotnya, ceritanya tidak berkembang. S...