Posts

Showing posts with the label film

Review Asterix: The Land of the Gods

Image
Demi toutatis, ini sungguh jarang terjadi, film tentang pahlawan Galia kecil nan pemberani itu dibuat dengan begitu disiplin mengikuti plot yang terdapat di komiknya.  Asterix: The Land of the Gods adalah film asterix yang paling memuaskan.  Dua kali kita pernah kecewa lantaran Gerard Depardieu agaknya masih kurang lihai juga aksinya dalam berburu celeng lalu mengganyangnya dengan saus urus-urus. Maka  ketika upaya adaptasi komik ini dikerahkan ke dalam bentuk animasi 3D, para pemuja nostalgia mulai harap-harap cemas. Di negaranya sendiri, Galia-Galia kesayangan kita  ini nampaknya juga telah begitu dinanti-nanti aksinya. Sejak dibuka, pendapatan film ini berhasil melampaui perolehan film-film animasi lain seperti Frozen, Monsters,  Inc. dan Cars. Seperti cerita di komiknya, Asterix: The Land of the Gods menyajikan lelucon-lelucon yang halus, sinis tapi mengena. Dialog-dialognya penting dan kocak. Dari budak- budak blo'on yang dikadali melulu oleh Romawi, sam...

Berharap Terlalu Tinggi Pada Tongkat Emas

Image
Saya tidak keberatan sama sekali sewaktu Pendekar Tongkat Emas menampilkan aksi-aksi berkelahi yang katanya lebih condong ke kungfu dibanding silat. Silat. Bukankah kata tersebut sebenarnya luas sekali artinya. Ia tidak mendefinisikan sebuah seni beladiri asli Indonesia, tapi ia juga mencakup semua seni berkelahi? Yang paling bikin semangat kendor sewaktu nonton film Pendekar Tongkat Emas adalah ini: Ekspetasi yang terlalu tinggi. Sederet nama besar yang menggawangi film, membumbungkan harapan tinggi, bahwa kita akan dihadapkan dengan film yang super keren, yang cemerlang dilihat dari berbagai sudut. Sayangnya, harapan itu tidak berhasil diantarkan dengan maksimal. Saya paling merasakan kekenduran ini di segi cerita. Soalnya saya penonton film yang hanya peduli pada empat hal: gambar, warna, cerita, serta pemainnya. Kalau empat itu oke, maka, sikat! Biasanya kalau menonton film, untuk bisa menikmatinya, saya perlu satu atau dua tokoh untuk pegangan, untuk didukung, untuk...

Mengorek Kerak Kenangan

Image
Bagaimana caranya memanggil kembali sebuah kenangan yang sudah terpendam lama, yang bahkan ingatan pun tidak mampu melacaknya? Dalam Attila Marcel, Madame Proust tahu resepnya, yaitu dengan secangkir teh herbal, sepotong kue Madeleine, dan memutar lagu-lagu yang menyenangkan. Tunggu sebentar. Teh dan madeleine membangkitkan Kenangan? Madame Proust? Si Madame Proust itu siapanya Marcel Proust?! Sekalipun film ini dibuka dengan quote milik Marcel Proust, tapi rasanya tidak ada hubungan apa-apa kok antara si Madame dengan penulis tersohor itu. Lagipula, tokoh utama dalam Attila Marcel bukanlah si Madame Proust, melainkan Paul, seorang pianis berumur 30 tahun yang hidupnya ya ampun sedih benar. Berbagai kejadian traumatis yang menimpa Paul, benar-benar tragis. Trauma yang dialami Paul pun cukup memilukan, membuatnya bisu sejak usianya baru dua tahun. Tapi dalam Attila Marcel, segala macam yang tragis itu disajikan dengan warna-warni cerah ceria yang mencolok. Efeknya cukup bi...

Drama Makan Siang di Mumbai, India

Image
Nangis Bombay. Frase ini mungkin dibikin sewaktu ada orang yang lagi ngiris bawang, lalu matanya perih, lalu mata tersebut berair. Mirip orang menangis. Atau bisa juga begini: ada orang nonton film India, lalu menangis, entah karena inspektur vijay terlambat datang, atau karena terbawa syahdu lagu-lagu hindustan yang kelewat melengking. The Lunchbox, film india, tidak memberikan sensasi tersebut. Sebaliknya, film ini malah bikin saya tertegun, terdiam, terpesona, karena film ini bagus banget! Ceritanya sederhana: Ada seorang Istri, namanya Ila (Nimrat Kaur), dia jago masak, setia ngirim rantang makan siang buat suaminya di kantor (di film ini kita bisa lihat montase sistem delivery makanan tersebut dari rumah ke kantor, btw nama sistem ini dabbawala). Tapi ternyata, rantang makanan Ila gak pernah sampai ke suaminya. Rantang tersebut malah nyampai ke meja Sanjaar Fernandes (Irrfan Khan), seorang Akuntan tua yang pendiam dan terkenal tidak ramah. Dari situ, kisah romantis dimul...

Antara Penembakan Massal dan Bola Gelinding

Image
“Harga sebutir peluru seharusnya $5000! Sehingga seorang penodong akan bilang begini: aku akan menembak kepalamu, jika aku mampu beli peluru!” -  Chris Rock, dalam salah satu aksi stand-up commedy. Berita ramai menyiarkan ihwal pemutaran perdana film Batman The Dark Knight Rises di Denver, Colorado, Amerika Serikat, yang diwarnai aksi penembakan massal oleh James Holmes. 14 orang tewas, 38 lainnya luka-luka karena serangan tersebut. Amerika Serikat mempunyai sejarah kelam soal ini. Tercatat ada beberapa kejadian tragis serupa. Dan yang lebih menyedihkan lagi, beberapa kejadian tragis itu terjadi di sekolahan! Banyak yang berpendapat bahwa kejadian-kejadian ini erat kaitannya dengan hukum kepemilikan senjata api. Pendapat-pendapat itu terus berkembang hingga menyentuh ke ranah kultur semisal tentang pengaruh buruk kekerasan dalam videogames, juga tentang konten kekerasan dalam film-film yang beredar. Ngomong-ngomong, film Batman The Dark Knight Rises sendiri merupakan f...

Adaptasi Cerpen ke Bentuk Lain

Apakah anda gemar membuat, atau membaca cerpen? Jika iya, pernahkah terlintas untuk mengadaptasi cerpen yang anda sukai ke bentuk-bentuk lain, misalnya film pendek. Ada satu cerpen yang sangat saya sukai, judulnya ‘On seeing the 100% perfect girl one beautiful April morning’. Cerpen itu ditulis oleh Haruki Murakami, pengarang Jepang yang sangat populer, dan sampai sekarang masih produktif dengan karya-karya fiksinya yang asyik nan seru. ‘On seeing the 100% perfect girl one beautiful April morning’ ini mengisahkan sebuah kejadian yang sangat biasa, sangat sehari-hari, yang memang menjadi ciri khas tulisan-tulisan Murakami. Kisahnya, ada seorang lelaki yang berpapasan dengan seorang wanita di sebuah jalan di kawasan Harajuku, Tokyo. Nah, si lelaki ini tiba-tiba merasa, jangan-jangan wanita yang oleh Murakami digambarkan sebagai wanita yang tidak terlalu cantik itu, merupakan gadis yang 100% sempurna, dan laki-laki itu 100% sempurna bagi si gadis. Jika mereka menjadi sepasang keka...