Skip to main content

Bajingan! Ditungguin Nggak Datang-datang!



Bukan, saya bukan sedang memaki. Tapi bajingan adalah modus transportasi.

Di sebuah laman blog jadul tertulis demikian:

“Bajingan iku asalĂ© nduweni teges kusir gerobag, mulanĂ© wong kang kerja pocokan ngusiri gerobag diarani “mbajing”.”

(Bajingan itu asal katanya dari kusir gerobag, makanya orang yang kerjaanya jadi kusir gerobag, disebut “mbajing”.)

Lalu ada yang menanggapi dalam komentar:

“dadi kelingan jaman isih cilik. Tonggoku ono sing duwe grobak, yen sore mesti liwat ngarep omahku usung-usung wedhi soko kalenan gedhe cedhak omah. Yen panjenengane iku liwat aku mesthi bengok-bengok soko njero omah: Bajingaaaaannnn… Bajingaaaaannnn… “

(Jadi ingat waktu masih kecil. Tetanggaku ada yang punya gerobak, kalau sore lewat depan rumahku membawa pasir dari sungai besar dekat rumah. Kalau dia lewat, aku pasti teriak-teriak dari dalam rumah: Bajingaaaannnn… Bajingannnnn…)

Jadi Bajingan itu dulunya merupakan sebutan untuk penarik gerobak sapi. Selain berjalan kaki, penduduk desa bisa ke kota dengan mengandalkan para bajingan ini.

Konon, awalnya umpatan Bajingan ini memang dialamatkan kepada para pemilik profesi penarik gerobak sapi ini, lantaran sering telat datang. Dengan bahasa jawa, umpatan itu bisa berupa demikian:

“Bajingan suwe temen sih tekane!” yang artinya : Bajingan lama banget sih datangnya.

Ahaha! ternyata asal kata bajingan seperti itu. Walaupun sebenarnya saya masih ragu-ragu akan kebenaran etimologi seperti ini :P

Tapi jika membandingkan dengan keadaan sekarang, rasanya pas juga. Kadang-kadang kita sering mengumpat kalau menunggu angkutan yang nggak lewat-lewat. Atau juga kalau sedang terjebak antrian Busway. Atau jika sedang terjebak macet. Mungkin mengumpatnya tidak memakai kata bajingan, melainkan memakai umpatan lain. Tapi rasanya bakal lebih baik lagi kalau umpatan bajingan ini di khususkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan transportasi. Biar lebih teroganisir saja sih. Jadi kita punya umpatan khusus untuk obyek-obyek tertentu. he he.

Ngomong-ngomong, soal kata-kata umpatan, bahasa indonesia memang cukup ‘sopan’. Kita jarang mengutuk dalam mengumpat, paling-paling kita memakai nama-nama hewan (Bangsat, Anjing, kampret, dsb), atau juga memakai kata lain yang sebenarnya bukan umpatan. seperti “Bajingan” -kalau tautan blog di atas benar-, atau “sontoloyo”, yang artinya adalah penggembala bebek…

Popular posts from this blog

Saatnya Spotify, Saatnya Cari Spot Jodoh, Mblo!

Ada jamannya sewaktu internet belum begitu semarak, jejaring pertemanan masih dikuasai Friendster (buat yang alay), dan Myspace (buat yang anak band). Jaman Raditya Dika blog nya masih lucu dan segar, jaman belum ada tumblr, yang ada cuman multiply. Waktu itu, internet belum terlalu mendarah daging, bahkan warnet-warnet harus menaruh folder khusus berisi film-film syur berformat 3gp guna menarik perhatian khalayak.
Di jaman serba ga enak itu, ada sebuah situs yang menggeliat. Situs itu bernama last.fm. Situs dengan premis sederhana, memamerkan playlistmu kepada dunia. Biar orang tahu seberapa keren dan seberapa tinggi selera musikmu. Last.fm sesungguhnya adalah sebuah database musik nan ciamik. Band-band kecil pun bisa muncul disitu, nampang bareng Radiohead, Blur, atau segudang musisi beken lainnya.
Itu kalau buat yang punya band. Kalau buat orang biasa kayak kita-kita? Ya buat cari jodoh, tho!
Dulu ada kegiatan khas anak muda jomblo yang sok keren. Beli iPod shuffle, kemudian diisi den…

Mitos Pencuri Buah

Buah itu rasanya kecut, membuat lidah serasa dicubit, sensasinya mirip seperti kalau kamu menggigit jambu monyet. Bentuknya bulat, seperti tomat kecil, warnanya jingga.

“Cobalah, ini enak kalau dibuat rujak” kata seorang teman pada seorang teman yang lain, anak baru dari jawa.

Digigitnya buah itu, lalu teman baru dari jawa itu memuntahkannya seketika.

“Nggak enak! Sepet!!” katanya. Kami semua tertawa, selalu menyenangkan 'menyiksa' kawan baru dengan buah dari pohon perdu ini. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya kalau kawan baru ini ditawari makan buah Kecacil, yang rasanya kecut luar biasa.

Bekul, demikian orang Bali menyebut nama buah itu. Pohonnya yang pendek penuh duri, dulu mudah ditemui di sepanjang perjalanan menuju pantai kuta. Tepatnya di perkampungan di sebelah barat jalan legian. Belakangan saya temui, nama latin buah ini ‘Ziziphus mauritiana‘.


“Sebaiknya jangan banyak banyak makan buah bekul, bisa sempengot!” begitu nasehat kami dulu. Teman bar…

Begini cara saya membuat media center secara murah

Saya gemar menonton film. Sebagian besar isi harddisk di laptop saya habis terpakai untuk menyimpan file-file film dan serial TV. Suatu hari saya bosan menonton film di laptop. Saya ingin menonton film dan serial dari layar TV saja. Syukurlah sekarang sudah ada berbagai perangkat yang memungkinkan saya memutar film di laptop tapi munculnya di layar TV.

Perangkat yang saya maksud disini tak lain tak bukan ialah Chromecast. Ia adalah perangkat kecil yang memungkinkan laptop dan gadget berkomunikasi dengan TV. Singkatnya, membuat TV biasa menjadi berasa kayak Smart TV. Syarat utamanya: ada jaringan wifi.

Perangkat mini ini bekerja dengan sangat baik. Buat pemalas kayak saya, alat ini membuat hidup saya tambah bahagia sedikit. Nonton video-video streaming dari gadget, tapi hasil streamingnya tersaji di TV. Iklan-iklan Youtube juga jadi hilang kalau diputarnya via Chromecast. Menyenangkan sekali.

Bagaimana dengan memutar film-film dari laptop? Tentunya banyak pilihannya. Banyak yang grati…