Skip to main content

Pancing Larso



Setelah sekian jam menunggu, joran ditangan Larso bergerak-gerak. “Aha! Ikan!” Teriaknya. Sekejap ia menarik joran itu kuat. Tapi ikan itu melawan.

Bila ia tarik joran kekiri, ikan itu bergerak kekanan. Begitupun sebaliknya. Tapi demi menu makan siang ini, Larso pantang menyerah. Ditariknya ikan itu kekanan kekiri. Berharap ikan itu lelah, lalu menyerah.
Ikan itu tidak kunjung menyerah. Pasti besar lah ikan itu. Larso bisa merasakan gerakannya didalam air. Kuat dan bertenaga. Mungkin ikan gabus, mungkin juga mujaer. Tapi tidak mungkin ikan sepat. Tidak, sepat tidak sekuat itu. Sepat itu lincah, tapi tidak bertenaga.
Ia harap itu ikan gabus, sebab ia menyukai tekstur daging ikan gabus yang lembut. Terbayang seonggok ikan bakar yang berminyak. Larso tidak sabar lagi. Dengan satu hentakan keras, Larso mengangkat jorannya. Tapi hentakannya terlalu kuat, tali pancingnya putus.


“Sial!” Umpatnya, persediaan tali pancingnya telah habis. “Bila tali pancing tidak kuat, mau tidak mau, aku harus menangkapnya dengan tangan. Ikan besar, pasti gerakannya lamban, ” Pikir Larso. Sedetik kemudian ia meloncat kesungai.

Saat meloncat, Larso lupa pada dua hal. Pertama, sungai itu dalam. Kedua, Ia tidak mahir berenang. saat itu, ia ingat pada hal yang lebih penting, yaitu perutnya yang lapar. Juga pada ikan gabus, pada tekstur dagingnya yang empuk, pada aromanya ketika dibakar, pada cita rasanya yang membuai lidah…

Popular posts from this blog

Saatnya Spotify, Saatnya Cari Spot Jodoh, Mblo!

Ada jamannya sewaktu internet belum begitu semarak, jejaring pertemanan masih dikuasai Friendster (buat yang alay), dan Myspace (buat yang anak band). Jaman Raditya Dika blog nya masih lucu dan segar, jaman belum ada tumblr, yang ada cuman multiply. Waktu itu, internet belum terlalu mendarah daging, bahkan warnet-warnet harus menaruh folder khusus berisi film-film syur berformat 3gp guna menarik perhatian khalayak.
Di jaman serba ga enak itu, ada sebuah situs yang menggeliat. Situs itu bernama last.fm. Situs dengan premis sederhana, memamerkan playlistmu kepada dunia. Biar orang tahu seberapa keren dan seberapa tinggi selera musikmu. Last.fm sesungguhnya adalah sebuah database musik nan ciamik. Band-band kecil pun bisa muncul disitu, nampang bareng Radiohead, Blur, atau segudang musisi beken lainnya.
Itu kalau buat yang punya band. Kalau buat orang biasa kayak kita-kita? Ya buat cari jodoh, tho!
Dulu ada kegiatan khas anak muda jomblo yang sok keren. Beli iPod shuffle, kemudian diisi den…

Mitos Pencuri Buah

Buah itu rasanya kecut, membuat lidah serasa dicubit, sensasinya mirip seperti kalau kamu menggigit jambu monyet. Bentuknya bulat, seperti tomat kecil, warnanya jingga.

“Cobalah, ini enak kalau dibuat rujak” kata seorang teman pada seorang teman yang lain, anak baru dari jawa.

Digigitnya buah itu, lalu teman baru dari jawa itu memuntahkannya seketika.

“Nggak enak! Sepet!!” katanya. Kami semua tertawa, selalu menyenangkan 'menyiksa' kawan baru dengan buah dari pohon perdu ini. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya kalau kawan baru ini ditawari makan buah Kecacil, yang rasanya kecut luar biasa.

Bekul, demikian orang Bali menyebut nama buah itu. Pohonnya yang pendek penuh duri, dulu mudah ditemui di sepanjang perjalanan menuju pantai kuta. Tepatnya di perkampungan di sebelah barat jalan legian. Belakangan saya temui, nama latin buah ini ‘Ziziphus mauritiana‘.


“Sebaiknya jangan banyak banyak makan buah bekul, bisa sempengot!” begitu nasehat kami dulu. Teman bar…

Begini cara saya membuat media center secara murah

Saya gemar menonton film. Sebagian besar isi harddisk di laptop saya habis terpakai untuk menyimpan file-file film dan serial TV. Suatu hari saya bosan menonton film di laptop. Saya ingin menonton film dan serial dari layar TV saja. Syukurlah sekarang sudah ada berbagai perangkat yang memungkinkan saya memutar film di laptop tapi munculnya di layar TV.

Perangkat yang saya maksud disini tak lain tak bukan ialah Chromecast. Ia adalah perangkat kecil yang memungkinkan laptop dan gadget berkomunikasi dengan TV. Singkatnya, membuat TV biasa menjadi berasa kayak Smart TV. Syarat utamanya: ada jaringan wifi.

Perangkat mini ini bekerja dengan sangat baik. Buat pemalas kayak saya, alat ini membuat hidup saya tambah bahagia sedikit. Nonton video-video streaming dari gadget, tapi hasil streamingnya tersaji di TV. Iklan-iklan Youtube juga jadi hilang kalau diputarnya via Chromecast. Menyenangkan sekali.

Bagaimana dengan memutar film-film dari laptop? Tentunya banyak pilihannya. Banyak yang grati…