Skip to main content

Senarai 24 Kisah dari Kampung Fiksi

Beberapa blogger wanita menerbitkan buku kumpulan cerpen berjudul 24 Senarai Kisah dari Kampung Fiksi. Sebelumnya, mereka memang sering berkumpul di kampungnya sendiri, kampung fiksi. Sekadar info, senarai itu artinya daftar, alias ‘list’.

Pagi tadi, buku tersebut akhirnya sampai juga ke tangan. Karena penasaran, selama di kantor tadi, kerjaan saya hanya membaca kumcer ini. Jujur saya penasaran. Saya sering membaca karya-karya para penulis ini di blog, ketika tiba-tiba ada ide untuk menerbitkannya, saya berharap, ada kejutan pada buku tersebut. Harus ada yang membedakannya dari tulisan-tulisan yang sering di baca di blog.

Membaca 24 Senarai Kisah dari Kampung Fiksi, saya tersenyum-senyum sendiri. Harapan saya terkabul. Ada kejutan di buku ini. Mungkin karena diterbitkan menjadi buku, proses editing menjadi lebih ‘galak’. Kisah-kisah yang termuat di buku ini, secara teknis baik, dan enak sekali dibaca.
Tema-tema yang diangkat pun beragam. Dari soal cinta, misalnya cerita yang membuka kumpulan ini, ‘Cupcake Cinta’, sampai horror, dalam ‘Tetanggaku, Mantanku’. Cinta dalam hal ini, bukan sekadar relasi antara dua hati, tapi dalam arti yang lebih luas lagi. Bagus tentu bagi pembaca yang kerap diserang bosan seperti saya. Tema-tema yang beragam, dari penulis yang berbeda-beda pula, ditambah lagi, bentuk cerpen yang tak terlalu panjang, membuat kumpulan cerpen ini tak terasa membosankan dibaca.

Bicara soal genre, kumpulan cerpen ini masih didominasi oleh realisme. Cerita-cerita dalam kumpulan cerpen ini mengangkat kejadian sehari-hari, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, tidak membuat kening kita berkerut. Walaupun ada juga beberapa cerita yang mencoba bereksperimen dengan gaya lain, misalnya ‘Bayi dalam Diksi’. Bahkan ada pula yang mempergunakan metafora-metafora yang kaya akan imajinasi, misalnya dalam kisah yang berjudul ‘Sri dan Merapi’

Soal imajinasi, kumpulan cerpen ini menyuguhkan kisah-kisah yang memang menyenangkan dibaca. Penyegaran buat kepala yang panas. Seperti yang tadi sudah tertulis, kisah-kisah dalam kumpulan cerpen ini menyajikan persoalan-persoalan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga saya tidak menemui banyak kesulitan untuk ikut larut dalam cerita-cerita yang di kisahkan.

Namun begitu, terdapat juga beberapa kekurangan. Walaupun sedikit, dan tidak terlalu mengganggu kenikmatan membaca.

Kekurangan tersebut, seperti yang dialami oleh banyak sekali penulis, yakni, keinginan untuk menjelaskan. Hasrat untuk menjelaskan dengan sejelas-jelasnya ini, berisiko mengacaukan komposisi cerita. Akibatnya, pembukaan cerita bisa berpanjang-panjang, sekadar untuk mengenalkan karakter dan setting, namun, di bagian klimaks yang seharusnya menjadi bagian yang paling memikat, malah di ceritakan dengan tidak optimal. Konflik menjadi kurang tajam, lantaran kurang terbangun dengan baik.

Catatan kecil, dialog sebenarnya juga bisa menjadi alat yang tepat untuk membangun konflik dan watak. Tapi tenang, karena senarai ini berupa kumpulan cerpen dari beberapa penulis, maka ada saja cerita-cerita yang bagus banget penggarapan dialognya.

Akhir kata, menulis cerpen, bagaimanapun juga adalah seni. Ia seperti pematung yang tidak akan pernah berhenti memahat sebelum patungnya terbentuk sesuai apa yang ia harapkan. Sebuah seni yang menyenangkan.

Selamat kepada para blogger-blogger nan kreatif ini. Kalian telah melangkah lebih jauh, selamat!

———————————
NB

Jika tertarik membeli kumpulan cerpen yang menarik ini, silahkan meluncur ke lapak kampung fiksi di: http://kampungfiksi.blogspot.com/p/buku-terbaru-kampung-fiksi.html

Popular posts from this blog

Saatnya Spotify, Saatnya Cari Spot Jodoh, Mblo!

Ada jamannya sewaktu internet belum begitu semarak, jejaring pertemanan masih dikuasai Friendster (buat yang alay), dan Myspace (buat yang anak band). Jaman Raditya Dika blog nya masih lucu dan segar, jaman belum ada tumblr, yang ada cuman multiply. Waktu itu, internet belum terlalu mendarah daging, bahkan warnet-warnet harus menaruh folder khusus berisi film-film syur berformat 3gp guna menarik perhatian khalayak.
Di jaman serba ga enak itu, ada sebuah situs yang menggeliat. Situs itu bernama last.fm. Situs dengan premis sederhana, memamerkan playlistmu kepada dunia. Biar orang tahu seberapa keren dan seberapa tinggi selera musikmu. Last.fm sesungguhnya adalah sebuah database musik nan ciamik. Band-band kecil pun bisa muncul disitu, nampang bareng Radiohead, Blur, atau segudang musisi beken lainnya.
Itu kalau buat yang punya band. Kalau buat orang biasa kayak kita-kita? Ya buat cari jodoh, tho!
Dulu ada kegiatan khas anak muda jomblo yang sok keren. Beli iPod shuffle, kemudian diisi den…

Mitos Pencuri Buah

Buah itu rasanya kecut, membuat lidah serasa dicubit, sensasinya mirip seperti kalau kamu menggigit jambu monyet. Bentuknya bulat, seperti tomat kecil, warnanya jingga.

“Cobalah, ini enak kalau dibuat rujak” kata seorang teman pada seorang teman yang lain, anak baru dari jawa.

Digigitnya buah itu, lalu teman baru dari jawa itu memuntahkannya seketika.

“Nggak enak! Sepet!!” katanya. Kami semua tertawa, selalu menyenangkan 'menyiksa' kawan baru dengan buah dari pohon perdu ini. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya kalau kawan baru ini ditawari makan buah Kecacil, yang rasanya kecut luar biasa.

Bekul, demikian orang Bali menyebut nama buah itu. Pohonnya yang pendek penuh duri, dulu mudah ditemui di sepanjang perjalanan menuju pantai kuta. Tepatnya di perkampungan di sebelah barat jalan legian. Belakangan saya temui, nama latin buah ini ‘Ziziphus mauritiana‘.


“Sebaiknya jangan banyak banyak makan buah bekul, bisa sempengot!” begitu nasehat kami dulu. Teman bar…

Begini cara saya membuat media center secara murah

Saya gemar menonton film. Sebagian besar isi harddisk di laptop saya habis terpakai untuk menyimpan file-file film dan serial TV. Suatu hari saya bosan menonton film di laptop. Saya ingin menonton film dan serial dari layar TV saja. Syukurlah sekarang sudah ada berbagai perangkat yang memungkinkan saya memutar film di laptop tapi munculnya di layar TV.

Perangkat yang saya maksud disini tak lain tak bukan ialah Chromecast. Ia adalah perangkat kecil yang memungkinkan laptop dan gadget berkomunikasi dengan TV. Singkatnya, membuat TV biasa menjadi berasa kayak Smart TV. Syarat utamanya: ada jaringan wifi.

Perangkat mini ini bekerja dengan sangat baik. Buat pemalas kayak saya, alat ini membuat hidup saya tambah bahagia sedikit. Nonton video-video streaming dari gadget, tapi hasil streamingnya tersaji di TV. Iklan-iklan Youtube juga jadi hilang kalau diputarnya via Chromecast. Menyenangkan sekali.

Bagaimana dengan memutar film-film dari laptop? Tentunya banyak pilihannya. Banyak yang grati…