Skip to main content

Musisi Kelahiran Indonesia di Album The Beach Boys Yang Tertunda



Ketika Neil Armstrong berhasil mendarat di Bulan, Darian Sahanaja mendaratkan kakinya di Amerika Serikat. Ia menyaksikan Neil Armstrong di layar televisi hitam putih.


Darian Sahanaja adalah musisi kelahiran Indonesia yang tangan dinginnya telah membantu legenda musik dunia, Brian Wilson (pendiri The Beach Boys) untuk melahirkan proyek albumnya yang sempat tertunda sejak tahun 1966. Brian Wilson berterima kasih kepada Darian Sahanaja, karena album yang berjudul Smile itu akhirnya rampung juga pada tahun 2004.


The Wondermints

Tahun 1992, Darian Sahanaja membentuk grup musik bernama The Wondermints, bersama Nick Walusko dan Mike D’Amico. Grup musik ini pernah diminta secara pribadi oleh Aktor Komedi Mike Myers, untuk mengisi soundtrack film Austin Powers: International Man of Mystery.

Tahun 1999, The Wondermints bergabung dengan Brian Wilson, menjadi Band Pengiring untuk konser-konser Brian Wilson, bersama dengan musisi-musisi lain yang berhasil ditarik oleh Brian Wilson. Paul McCartney pernah mengatakan bahwa Band Pengiring Brian Wilson ini merupakan salah satu Band terbaik di dunia. Dalam salah satu DVD live concert Brian Wilson, memang terlihat Paul McCartney ditengah-tengah penonton, bertepuk tangan dengan antusias, memberikan standing ovation untuk penampilan Brian Wilson.

Album Legendaris Yang Tertunda


Brian Wilson sebenarnya akan merilis album Smile sebelum The Beatles merilis Sgt. Peppers, tapi anggota The Beach Boys menolak merilisnya, karena materinya di anggap terlalu berat. Jika saja waktu itu The Beach Boys jadi merilisnya, bisa jadi album ini akan bertengger di puncak Top Album sepanjang masa.

The Beatles dan The Beach Boys, dua nama yang kelewat besar dalam Industri Musik Pop. The Beatles punya John Lennon dan Paul McCartney, sementara The Beach Boy Memiliki Brian Wilson. Kemampuan Brian Wilson untuk menciptakan harmoni sudah tak perlu di ragukan lagi. Untuk urusan harmonisasi vokal, The Beach Boys berada di atas The Beatles.

Tapi soal inovasi, The Beatles memang susah dilawan. Bahkan Brian Wilson pun terpaksa mengubah arah musik The Beach Boys dengan nuansa eksperimental dalam album Pet Sounds, gara-gara mendengar Rubber Soul-nya The Beatles. Begitu pula sebaliknya, “Strawberry Fields Forever” dan “A Day in the Life”, menurut Paul McCartney, merupakan karya The Beatles yang lahir akibat mendengarkan “Good Vibrations” milik The Beach Boys.

Oleh banyak media, Good Vibrations dinobatkan sebagai salah satu lagu terbaik sepanjang masa.

‘Good Vibrations’ ini direncanakan masuk dalam album Smile. Sayangnya, album itu terbengkalai, Good Vibrations hanya beredar dalam wujud single. Sampai akhirnya, Brian Wilson memutuskan untuk melanjutkan proyek terbengkalai ini. Ia menggaet Van Dyke Parks, penulis lirik, dan Darian Sahanaja, musisi pop yang penuh dengan nuansa orkestra.

Album Smile ini mendapat sambutan yang bagus dari para kritikus musik.

Membantu Brian Wilson Mendapatkan Harmoni

Pertengahan 60-an, upaya Brian Wilson untuk menandingi The Beatles menyebabkannya terjerumus dalam pemakaian LSD, Marijuana, dan Kokain. Begitu parahnya sehingga membuat kesehatan mentalnya terganggu. Alhasil, Ia tidak sanggup menulis lagu lagi. Ia lalu menyerahkan tampuk kepemimpinan The Beach Boys kepada adiknya, Carl Wilson.

Setelah mendapat terapi dan perawatan, akhirnya pada tahun 1988, Brian Wilson siap kembali menjadi musisi. Tidak lagi membawa nama The Beach Boys, ia menjalani solo karir. Pengaruh penggunaan obat-obatan itu masih ada. Brian Wilson kehilangan suara falsetto nya yang khas. Ide-ide tentang harmoni vokal tentu masih ada dalam kepala Brian Wilson, hanya saja, suaranya sendiri sudah menurun drastis kualitasnya. Inilah yang menjadi tugas band pengiring Brian Wilson. Mereka harus membantu Brian Wilson mewujudkan harmoni yang telah ia ciptakan lewat notasi.

Beruntung, Darian Sahanaja adalah musisi yang juga gemar mengesplorasi harmoni. Ia handal dalam mengomposisi string, membuat lagu pop bernuansa orkestra yang megah. Selain itu, Darian Sahanaja juga sanggup mengisi backing vokal dengan baik, yang selama ini menjadi ciri khas lagu-lagu ciptaan Brian Wilson.
Brian Wilson, musisi legendaris itu tentu sangat berterima kasih kepada Darian Sahanaja.

—————————————————————————-

Tentang Darian Sahanaja: http://en.wikipedia.org/wiki/Darian_Sahanaja
Tentang Album Smile: http://en.wikipedia.org/wiki/Smile_%28Brian_Wilson_album%29

Popular posts from this blog

Mitos Pencuri Buah

Buah itu rasanya kecut, membuat lidah serasa dicubit, sensasinya mirip seperti kalau kamu menggigit jambu monyet. Bentuknya bulat, seperti tomat kecil, warnanya jingga.

“Cobalah, ini enak kalau dibuat rujak” kata seorang teman pada seorang teman yang lain, anak baru dari jawa.

Digigitnya buah itu, lalu teman baru dari jawa itu memuntahkannya seketika.

“Nggak enak! Sepet!!” katanya. Kami semua tertawa, selalu menyenangkan 'menyiksa' kawan baru dengan buah dari pohon perdu ini. Kami tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya kalau kawan baru ini ditawari makan buah Kecacil, yang rasanya kecut luar biasa.

Bekul, demikian orang Bali menyebut nama buah itu. Pohonnya yang pendek penuh duri, dulu mudah ditemui di sepanjang perjalanan menuju pantai kuta. Tepatnya di perkampungan di sebelah barat jalan legian. Belakangan saya temui, nama latin buah ini ‘Ziziphus mauritiana‘.


“Sebaiknya jangan banyak banyak makan buah bekul, bisa sempengot!” begitu nasehat kami dulu. Teman bar…

Begini cara saya membuat media center secara murah

Saya gemar menonton film. Sebagian besar isi harddisk di laptop saya habis terpakai untuk menyimpan file-file film dan serial TV. Suatu hari saya bosan menonton film di laptop. Saya ingin menonton film dan serial dari layar TV saja. Syukurlah sekarang sudah ada berbagai perangkat yang memungkinkan saya memutar film di laptop tapi munculnya di layar TV.

Perangkat yang saya maksud disini tak lain tak bukan ialah Chromecast. Ia adalah perangkat kecil yang memungkinkan laptop dan gadget berkomunikasi dengan TV. Singkatnya, membuat TV biasa menjadi berasa kayak Smart TV. Syarat utamanya: ada jaringan wifi.

Perangkat mini ini bekerja dengan sangat baik. Buat pemalas kayak saya, alat ini membuat hidup saya tambah bahagia sedikit. Nonton video-video streaming dari gadget, tapi hasil streamingnya tersaji di TV. Iklan-iklan Youtube juga jadi hilang kalau diputarnya via Chromecast. Menyenangkan sekali.

Bagaimana dengan memutar film-film dari laptop? Tentunya banyak pilihannya. Banyak yang grati…

5 Aplikasi Musik Terbaik Untuk Anak-anak (Versi Android)

Joey Alexander, pianis asal Indonesia yang muda belia itu masuk nominasi Grammy. Sontak publik Indonesia pun bersorak sorai. Ini prestasi yang sangat membanggakan. Di usia yang semuda itu..

Sementara Joey sibuk dengan komposisi jazz yang njelimet dan ampun-ampunan rumitnya, banyak anak-anak lain yang tepekur menghadapi layar tabletnya, mungkin bermain game, nonton youtube, atau mulai bersosial media, atau jangan-jangan main last.fm? Hehehe :P

Nah, bagaimana jika ternyata ada aplikasi-aplikasi musik yang ditujukan bagi para anak-anak muda belia ini? Berikut ini ada 5 aplikasi musik yang baik buat anak-anak. Untuk edisi ini, kita lihat untuk versi Android dulu, dan di postingan selanjutnya, kita akan melihat versi Iosnya..

1. Easy Music for kids
Aplikasi ini didesain untuk merangsang musikalitas anak-anak, mengenalkan mereka pada konsep nada, pitch, rhythm, and melodi. Di aplikasi ini, anak-anak akan dipandu oleh karakter-karakter kartun yang tentunya lucu dan menyenangkan. Aplikasi in…